Terdengar suara jam alarm yang
mulai berteriak di telinga, saat itulah terlihat dari jendela mentari dengan
sinarnya yang masih malu-malu mengintip dari ufuk timur, ditemani gumpalan awan putih yang siap
menemani matahari untuk memulai hari baru yang ceria. Hari itu hari penerimaan
hasil pembelajaran selama semester 1
ini.
Perkenalkan
aku Aluna Stephanie Caroline. Biasanya dipanggil Olin. Sekarang aku duduk di
kelas 6 SD, yang sudah mulai mempersiapkan mental dan mengulang pelajaran untuk
bersiap bertarung dengan soal-soal UN.
Entahlah
apa yang terjadi, setelah aku bangun dan mulai mempersiapkan untuk berangkat ke
sekolah. Hatiku mulai berdegup kencang memikirkan akankah aku mendapatkan hasil
terbaik di pembelajaran selama semester 1 ini. Papa mulai memanggil aku untuk
mempercepat langkah ku agar tidak telat sampai di sekolah. Dalam perjalanan,
aku mulai gelisah, yang akan menemaniku mengambil rapor hari ini adalah papa.
Sesampainya
di sekolah, aku bertemu teman-temanku. Di sekolah kami dibagi dalam 2 kelas
yaitu A dan B. Di kelas, aku sangat dekat dengan semua temanku, semuanya aku
anggap sahabat. Waktu pengumuman hasil pun dimulai, para murid mulai berkumpul
di aula. Pengumuman dimulai dari kelas yang paling dasar, kelas 1. Sampai akhirnya mulai diumumkan perolehan
peringkat para siswa kelas 6. Dimulai dari kelas 6A, kelas yang kududuki saat
ini. Pengumuman disampaikan hanya yang masuk di 10 besar. Pengumuman itu dimulai
dari siswa yang memperoleh peringkat 10. Sampainya di pringkat 4, hatiku makin
berdegup kencang, aku berbicara dalam hati, “akankah hasil tahun ini akan
menurun?, apakah aku tidak akan masuk 10 besar?”. Pikiran-pikiran seperti itu
mulai merasuki akalku, sampai aku tidak mendengarkan pengumuman itu karena
fikiranku sedang campur aduk.
Dan tiba-tiba
terdengar suara riuh teman-temanku mengucapkan selamat. Aku terdiam sekaligus
bingung, dan seketika aku bertanya, “Memangnya ada apa kalian menyelamatiku?”. Dan
salah satu temanku menjawab, “Hey…. Kamu dapat juara 1 umum di sekolah..!!!,
Selamat yah.. traktirannya dong…”. Aku pun kaget tak percaya, hasil jerih
payahku untuk belajar selama ini tidak sia-sia…
Ketika aku
telah menerima rapor, aku pun bersiap untuk pulang. Papa mengatakan bahwa ia
bangga kepadaku. Hal itu yang membuat aku senang. Setelah itu papa berjanji
akan mentraktirku makan. Sebelum itu ia akan mengambil mobilnya dari tempat
parkiran.
Seketika
terdengar suara… “Papa……!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Apa yang
akan terjadi kemudian???
To Be
Continued…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar