Saat
terdengar suara teriakan yang memanggil nama papa, aku seketika memalingkan
wajahku kearah datangnya suara, terlihat papa pun begitu juga, ia memalingkan
wajahnya untuk mendengar dari mana suara itu berasal.
Ternyata
suara itu adalah suara adikku, dia berlari sekuat tenaganya untuk menghampiri
papa, sampainya ia di dekat papa, ia terengah-engah sehingga apa yang
dibicarakannya tidak terdengar jelas. Papa pun menyuruhnya untuk menarik napas,
agar ia dapat berbicara dengan benar.
Setelah
itu terlihatlah raut muka papa yang langsung berubah. Aku pun menghampiri papa
di parkiran, aku bertanya kepada papa akan apa yang telah terjadi, “Pah, ada
apa?”. Papa terlihat dengan ekspresi sedih sekaligus kaget juga terlihat
tubuhnya mematung dan mulai matanya berkaca-kaca.
Aku
bertanya sekali lagi, “ Pah, ada apa??”, lalu adikku mulai menjelaskan jika
mama terlihat pucat, setelah itu pingsan. Seketika aku pun terkejut sekaligus
tak percaya. Setelah aku mencoba bangkit dari rasa terkejutku, aku menyarankan
papa untuk pulang naik taxi saja, biarlah mobil ditinggal di parkiran. Aku juga
telah menitipkan mobil itu di pos satpam yang ada di parkiran.
Sesampainya
di rumah aku terkejut dengan keadaan mama, setelah melihat mama, papa langsung
memanggil taxi, lalu membawa mama ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit
papa langsung menyuruh dokter untuk mengoperasi mama, lalu aku bertanya,
“emangnya kenapa pa???? kenapa mama langsung harus di operasi??”. Papa tidak
menjawab pertanyaanku, saat itulah aku merasa ada yang aneh dari sikap papa.
Aku
mulai tak mempercayainya, papa seperti menyembunyikan sesuatu. Aku yang sedang
duduk di kursi tunggu di ruang ICU mendengak kalau papa sedang dipanggil
dokter, aku mulai mengikuti papa dari belakang. Seketika aku mendengarkan
pembicaraan itu,,,
Apa yang akan terjadi???
TO BE CONTINUED…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar